Binarnajla
menari di pelangi aksara
Monday, April 04, 2005
HAOM... HAOM... HAOM
Krosak! Krosak! Ups! Pasti ada pus meong mengaduk-aduk sampah di dapur. Aku segera lari ke dapur. Tanganku kuangkat seperti harimau mau mencakar. Mulutku tak berhenti bunyi.
"Haom... Haom... Haom..."
Aku pura-puranya jadi monster yang seram. Pus meong kutakut-takuti biar tidak mencuri ikan Ummi. Melihat aku datang jadi monster, Pus meongnya menoleh. Melihat ke aku dan tidak jadi mengacak-acak keranjang sampah. Terus pus meongnya ngeloyor pergi ke depan. Aku ngikuti dari belakang. Tetap dengan haom... haom... haom... monsterku.
Tapi pus meongnya kok jalannya santai sekali ya. Apa aku jadi monsternya kurang seram. Tapi yang penting pus meongnya pergi. Tidak jadi mencuri ikan Ummi. Pus meongnya keluar lompat lewat jendela. Tapi gak mau langsung pergi. Pus meongnya nongkrong di pintu pagar. Mungkin lapar. Biar gak masuk lagi, jendelanya aku tutup-tutupi.
"Lho Najla tadi haom... haom.... ngapain?" Tanya Abhi.
"Aku jadi monster Bhi! Biar kucingnya takut terus pergi. Tuh kucingnya barusan pergi kan?" kataku menjawab.
"Abhi jadi takut. Ada monster!!! Hiiiiiiiii...." Kata Abhi jeri.
"Sekarang aku sudah jadi manusia lagi. Monsternya sudah berubah jadi manusia Bhi! Nggak haom... haom... lagi, jadi Abhi jangan takut sama Najla ya??" Kataku.
"Jadi monsternya sudah jadi manusia lagi?" Tanya Abhi nggak percaya.
"Iyyaaa..!!!" Jawabku sambil mengangguk-angguk.
"Kalau nanti kucingnya masuk lagi?..."
"Aku jadi monster lagi Bhi... Haom... haom... gituu!!
"Kalau monster makannya nasi juga??..."
"Iyya eh enggak! Monsternya gak mau makan nasi!!!"
"Terus makan apa donk?"
"Makan apa yaaa..."
"Di sini kan adanya cuma roti sama nasi..."
"Kalau gitu monsternya berubah jadi manusia dulu, biar bisa makan nasi!!!"
Karena lapar monsternya teriak ke Ummi.
"Ummi aku sudah jadi manusia lagi. Aku lapar, jadi boleh makan nasi kan??..."